Begini Persiapan Hotel Menjelang New Normal

Ihgma.com – Menuju penerapan kenormalan baru (new normal) di Indonesia, properti perhotelan yang sempat terhantam, mulai kembali mempersiapkan diri untuk kembali menerima tamu.

JLL Asia Pasifik menyebutkan, salah satu penyesuaian selain melakukan protokol kesehatan, yang bisa dilakukan adalah dari sisi desain seperti me lakukan digitalisasi di sisi resepsionis, agar tamu bisa check in tanpa harus saling bersentuhan antara tamu dan karyawan hotel.

“Selain itu, banyak hotel yang juga berupaya memperbesar ukuran ruangan sampai 30 persen supaya bisa mentaati aturan social distancing,” kata Alex Sigeda Vice President Strategic Advisory & Asset Management JLL Hotels & Hospitality Asia Pacific, Selasa (9/6/2020).

Adapun, beberapa hotel yang masih beroperasi juga berupaya melakukan penyesuaian dan persiapan untuk kembali menerima tamu usai aturan pembatasan sosial berskala besar dicabut.
Hotel Manager Innside Yogyakarta Frieth Siahaan mengatakan, guna mennyambut fase kenormalan baru, hotelnya menyiapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 dan menyediakan fasilitas penunjang.
“Hal ini wajib dilakukan karena memang nanti juga ada badan khusus yang melakukan audit ke hotel-hotel apakah protokolnya sudah sesuai atau belum. Pelaksanaan protokol kesehatan ini juga kami kampanyekan lewat #StaySafewithMelia,” kata Frieth.

Salah satu protokol kesehatan yang selalu dilakukan adalah dengan melengkapi seluruh karyawan dengan alat pelindung diri (APD) lengkap seperti menggunakan masker, sarung tangan, dan face shield.

Selain itu, pembersihan dengan disinfektan di seluruh fasilitas hotel juga dilakkukan, terutama untuk barang-barang yang selalu disentuh tamu, juga dilakukan secara berkala setiap tiga jam sekali.

“Kita juga harus tetap memastikan penerapan social distancing, jadi kapasitas restoran dikurangi, buku menu didigitalisasi menggunakan barcode yang bisa diakses melalui smartphone tamu, dan pembayaran nontunai,” imbuhnya.

Selain itu, kelengkapan tamu di kamar hotel juga ditambahkan seperti menambahkan masker, hand sanitizer, dan tisu beralkohol di samping kelengkapan peralatan untuk mandi.

“Jadi tidak ada alasan bagi tamu nanti tidak punya masker. Harapannya para tamu nanti juga tetap patuh pada protokol yang sudah kami terapkan,” kata Frieth.

Frieth menjelaskan, di Melia, terutama di Innside Yogyakarta sampai saat ini belum ada rencana untuk melakukan perlusan ruangan untuk mendukung pembatasan sosial. Namun, hotel tersebut akan sepenuhnya mendukung kegiatan tamu dengan penerapan teknologi.

“Misalnya mau mengadakan pernikahan, bisa kami fasilitasi untuk live broadcast. Karena kalau pelebaran ruangan kami juga belum yakin keramaian diperbolehkan dalam waktu dekat. Intinya kami penerapan teknologi jadi fokus utama kami saat ini,” imbuhnya.(bisnis)

Leave a Reply