Catat Jadwalnya! Ada Hotel di Sunter Mau IPO 150 Juta Saham

Foto: Dok Hotel Sunlake

ihgma.com – Perusahaan pengelola Sunlake Hotel (Hotel Danau Sunter) di Jakarta Utara, PT Sunter Lakeside Hotel akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan menawarkan sebanyak-banyaknya 150 juta saham atau setara dengan 33,33% dari modal yang ditempatkan dan disetor perusahaan setelah penawaran umum.

Melancir CNBC Indonesia, Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, dana yang didapatkan perusahaan dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk pengembangan hotel yang dilakukan secara bertahap sesuai strategi bisnis perusahaan.

Manajemen perusahaan menyebut strategi pengembangan hotel ini dilakukan melalui perbaikan serta pengembangan fasilitas utama dan fasilitas penunjang hotel serta program renovasi long stay room yang akan dilakukan tahun ini dan tahun depan.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dari IPO ini adalah PT Victoria Sekuritas Indonesia. Sekuritas ini akan menjamin secara kesanggupan penuh (full commitment) terhadap penawaran saham ini.

Menurut jadwal, perusahaan akan melakukan penawaran awal pada 4-8 Maret 2021 ini dan dijadwalkan untuk mendapatkan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 17 Maret nanti.

Kemudian masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 18-19 Maret 2021. Pencatatan saham di BEI akan dilaksanakan pada 24 Maret 2021.

Saat ini pemegang saham pengendali (PSP) perusahaan adalah Unilink Ventures Inc. dengan kepemilikan 45%. Pemegang saham lainnya adalah Sapto Utomo Hidajat sebesar 14,68%.

Setelah penawaran umum dilakukan maka pemegang saham paling besar masih oleh Unilink Ventures Inc. namun pemilikannya terdilusi menjadi 30% dan Sapto Utomo Hidajat akan turun menjadi 9,77%. Kemudian pemilikan publik akan menjadi sebesar 33,33%.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang berakhir pada 30 September 2020, perusahaan mencatatkan laba bersih tahun berjalan Rp 25,26 miliar setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya perusahaan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 3,69 miliar.

Bahkan pada periode tersebut pendapatan perusahaan turun tajam menjadi senilai Rp 13,40 miliar dari posisi akhir September 2019 tercatat pendapatan senilai Rp 30,44 miliar.

Perusahaan memiliki aset senilai Rp 157,51 miliar pada 31 September 2020, naik dari Rp 129,30 miliar.

Tercatat liabilitas perusahaan mencapai Rp 6,30 miliar di akhir kuartal ketiga tahun lalu, turun dari Rp 6,92 miliar secara tahunan (year on year/YoY). Liabilitas jangka pendek mencapai Rp 2,46 miliar dan jangka panjang senilai Rp 3,83 miliar.

Ekuitas perusahaan tercatat senilai Rp 151,21 miliar pada akhir periode tersebut, naik dari posisi Rp 122,37 miliar.

 

Leave a Reply