Gubernur Bali Nilai Dampak Covid-19 Lebih Mengerikan dari Teror Bom Hingga SARS

Ilustrasi Bali. ©Unpslash/Jeremy Bishop

ihgma.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan, dampak pandemi Covid-19 begitu mengerikan bagi perekonomian Pulau Dewata. Bahkan, ini lebih buruk ketimbang tragedi Bom Bali jilid satu dan dua maupun wabah SARS pada 2002 silam.

“Dari pengalaman yang ada, (Bali) pernah terganggu terorisme karena Bom Bali satu dan dua, kemudian erupsi gunung Agung, sebelumnya juga terjadi virus Sars. Itu kejadian-kejadian tidak berlangsung lama, tidak dalam skala luas, dan dampaknya tidak separah sekarang ini yang pandemi Covid-19,” tegasnya dalam webinar bertajuk Vaksin Datang Pariwisata Gemilang, Senin (1/3).

Gubernur Bali Wayan koster menerima vaksin pertama.

Melansir Merdeka Senin (1/3), Koster mengungkapkan, begitu mengerikannya dampak buruk pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Bali lantaran tiga faktor. Pertama, penyebaran virus mematikan asal China itu berlangsung dalam cakupan yang amat luas dan menjangkau negara penghasil wisatawan asing bagi Bali.

“Pandemi Covid-19 ini telah meluas di 216 negara. Termasuk negara yang langganan ke Bali sebagai wisatawan,” ungkap dia.

Pertumbuhan Bali Terburuk dalam Sejarah

Kedua, durasi pandemi ini berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Alhasil, kinerja pariwisata pulau Dewata menjadi kian payah setelah berkurangnya mobilitas sosial.

“Pandemi ini muncul (di Indonesia) pada bulan Maret tahun 2020 sampai sekarang, jadi sudah setahun. Memang terasa dampaknya terhadap pariwisata dan perekonomian secara umum,” bebernya.

Terakhir, masih berlakunya Peraturan Menkumham Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia. Walhasil, penerimaan daerah dari industri pariwisata hanya mengandalkan kunjungan wisatawan domestik yang juga masih terbatas.

“Sehingga untuk pertama kalinya dalam sejarah, saya kira pertumbuhan perekonomian Bali mengalami kontraksi paling dalam sampai mencapai 12 persen. Terendah di Bali dan terendah juga dalam tahun 2020 dengan antar daerah di Indonesia,” ucap Koster menekankan.

Leave a Reply