Harapan Pada Desa Wisata Agar Mampu Sebagai Stimulus Kebangkitan Kembali Pariwisata Indonesia

Foto : Masata (Masyarakat Sadar Wisata)

ihgma.com – Desa Wisata merupakan salah satu bentuk Kelembagaan di bidang pariwisata yang membutuhkan pengelolaan strategis demi keberlangsungan suatu destinasi dan industri pariwisata. Sebagaimana berwisata merupakan dambaan setiap orang, baik lokal – domestik – internasional maka desa wisata pun perlu menciptakan hal-hal kreatif dan unik untuk mendukung popularitas dan daya tarik destinasi. Saat ini ketika pandemi COVID-19 melanda, orang akhirnya tidak bisa berwisata baik karena disiplin agar tidak bepergian untuk memutus mata rantai penyebaran virus selain alasan keterbatasan keuangan.

Foto : Ketut Swabawa, Sekjen DPD MASATA BALI bersama ketua Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkomdewi) Provinsi Bali, I Made Mendra Astawa di Kaniva-Student Coffee di Mengwitani, Badung

Bagaimana prospek kebangkitan pariwisata pasca pandemi? Menurut Ketut Swabawa, Sekjen DPD MASATA BALI, dampak pandemi pada perubahan perilaku manusia dan kampanye protokol kesehatan mengarahkan target kunjungan wisatawan ke pedesaan. “Untuk jangka pendek sepertinya demikian, wisatawan cenderung memilih low risk covid destination dengan kriteria jauh dari keramaian, cahaya matahari maksimal, sirkulasi udara yang sempurna serta terhindar dari populasi padat dan kerumunan pengunjung. Untuk Bali sangat mudah karena kita punya banyak desa wisata di seluruh kabupaten/kota, tinggal bagaimana kita bisa membangkitkan optimisme pelaku kegiatan wisata di desa dalam menyiapkan produk, layanan dan tata kelola yang adaptif dengan standar CHSE yang menjadi concern kita bersama” kata Swabawa ketika mengadakan pertemuan tatap muka dengan ketua Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkomdewi) Provinsi Bali, I Made Mendra Astawa di Kaniva-Student Coffee di Mengwitani, Badung pada hari Rabu bertepatan hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2020.

Ditambahkannya pula bahwa pelaku usaha pariwisata saat ini harus bergandengan tangan dan menghindari strategi pengelolaan yang fraksional. Semua harus bersatu padu dalam spirit membangun industri pariwisata. “Kita harus menyadari bahwa wisatawan ke Bali untuk berwisata, jadi destinasi nya harus dijamin bagus dan menarik, destinasi kan ada di desa baik secara kewilayahan maupun pengelolaannya. Setelah menentukan destinasi barulah mereka memikirkan akan menginap dimana, cari hotel apa dan dimana. Jadi industri hotel pun saya kira harus memikirkan destinasi ini secara nyata karena dampaknya akan mereka nikmati” ujar mantan Wakil Ketua DPD IHGMA Bali periode 2016-2020 ini.

Leave a Reply