Hayo Travel, OTA Baru yang Hubungkan Pelaku Wisata Lokal dengan Wisman

Hotel unik, Bubble Hotel Bali yang tawarkan sensasi menginap dengan bisa melihat langsung pemandangan alam dan langit malam langsung dari kamar. Instagram @bubblehotelbali via Tribun Travel

ihgma.com – Pandemi COVID-19 telah membuat industri pariwisata Indonesia melemah. Adanya pembatasan sosial dan larangan bepergian membuat para pelaku pariwisata mati kutu dan mengalami kesulitan.

Berangkat dari dampak yang diberikan pandemi COVID-19 kepada pelaku pariwisata, PT Hayo Wisata Indonesia berinisiatif menggarap sebuah situs perjalanan wisata (OTA), berupa Hayo Travel yang dapat menghubungkan wisatawan seluruh dunia dengan pelaku usaha pariwisata lokal di Indonesia.

Managing Director PT Hayo Wisata Indonesia, Bahriyansyah Momod, menjelaskan bahwa Hayo Travel sebagai market place di bidang pariwisata menyediakan beragam fasilitas, akomodasi dan atraksi wisata di destinasi wisata domestik yang menyasar wisatawan mancanegara seperti dilansir Kumparan.

Ilustrasi platform Hayo Travel Foto: Alfadillah/kumparan

Selain menyediakan wadah untuk menjual produk-produk pariwisata, Hayo Travel juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pelaku usaha pariwisata lokal, bagaimana mempromosikan produk pariwisata kepada wisatawan mancanegara melalui teknologi.

”Di masa sekarang ini di mana kita tahu bawa rekan-rekan pelaku usaha pariwisata secara bersamaan sedang mengalami kesulitan yang luar biasa. Dalam sisi penjualan, memang tidak ada penjualan, tapi harus survive dan mampu menjual seperti sekarang ini sebagai pondasi saat border dibuka,” ujar Momod dalam diskusi virtual pada Kamis (4/3).

Untuk menyasar pasar wisatawan mancanegara, Hayo Travel bekerja sama dengan Toristy dan Magpie untuk membantu melebarkan sayap industri pariwisata Indonesia ke seluruh dunia. Kedua Online Travel Agent yang berbasis di San Francisco ini nantinya membantu wisatawan di seluruh dunia untuk memesan hotel, atraksi wisata, hingga transportasi di destinasi wisata domestik yang sulit dicari melalui situs OTA Internasional.

Ilustrasi platform Hayo Travel Foto: Alfadillah/kumparan

Sementara utu, Momod mengungkapkan bahwa misi Hayo Travel dalam menggarap platform pariwisata ini adalah untuk merangkul pelaku usaha lokal agar mampu bersaing dengan OTA besar, yang sudah mampu menyasar wisatawan mancanegara. Saat ini ada 2.000 pelaku usaha pariwisata yang tergabung ke dalam platform Hayo Travel.

Namun, ia menyebut bahwa saat ini produk yang ditawarkan masih terbatas dengan jumlah keseluruhan 4.000 produk pariwisata. Sebab, pelaku-pelaku usaha pariwisata lainnya masih dalam tahap pelatihan untuk mempromosikan produk yang mereka punya agar dapat menarik minat wisatawan mancanegara.

Ilustrasi wisatawan yang sedang menikmati shopping time di pasar tradisional
Foto: Shutter Stock

Salah satu pihak yang saat ini telah bekerja sama dengan Hayo Travel adalah komunitas pariwisata Bengkulu melalui dinas terkait, untuk mengakomodir usaha pariwisata dj sana.

”Mudah-mudahan dengan hadirnya Hayo Travel mereka (pelaku usaha) tetap bisa eksis mendapat tempatnya supaya tetap bisa kembali menjual produknya,” tutup Momod.

 

Leave a Reply