Hotel Mulai New Normal, Resepsi Dibatasi 30 Orang, Rapat 50 Persen

Semarang, Ihgma.com – Sektor perhotelan, perlahan namun pasti mulai bangkit dari keterpurukan. Sektor perhotelan menyambut baik penerapan new normal demi mendongkrak grafik okupansi yang tengah meredup.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan penerapan new normal sudah semestinya dilakukan.. “Sebenarnya sebelum PKM, sektor pariwisata sudah ada beberapa yang berjalan, Salah satunya hotel dan restoran, sekarang ini seperti di Grand Edge yang kembali buka setelah dua bulan tutup akibat pandemi Covid-19,” katanya, Selasa (9/6/2020).

Dikatakan Mbak Ita, sapaan akrabnya, pembukaan kembali serta simulasi new normal diharapkan bisa ditiru oleh sektor lain. Kembali beroperasi meski menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Pada paket meeting, kursi juga berjarak. Kuota peserta dibatasi. Beberapa waktu lalu saya turut menghadiri simulasi pernikahan. Di mana resepsi dan akad hanya dibatasi dan dihadiri 30 orang,” imbuh Ita.

Dalam simulasi, Ita memimpin langsung penerapan new normal di Hotel Grand Edge. Sebut saja seperti prosedur yang dijalankan. Mulai dari tamu masuk hotel, reservasi, masuk lift sampai di kamar hotel. Meski telah kembali dibuka, manajemen harus patuh dengan ketentuan protokol kesehatan. “Salah satunya pembatasan jumlah tamu maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan. Termasuk di ruang meeting maupun restorannya,” katanya.

Pemkot Semarang masih terus berupaya untuk menggeliatkan semua sektor pendukung. Pemkot Semarang masih menggodok pola new normal untuk sektor pariwisata yang lain seperti karaoke, spa dan objek wisata. “Karena Covid-19 ini berimbas kepada semua sektor termasuk PAD Pemkot Semarang. Kalau kita tidak segera bertindak, kita akan kehilangan Rp 1 triliun dari sektor pariwisata,” bebernya.

Sementara itu Corporate Hotel Manager Kekancan Mukti Andhina Anggun menyebutkan, penerapan new normal dan SOP kesehatan secara ketat tidak hanya di Hotel Grand Edge. “Penerapan new normal dengan SOP kesehatan kita terapkan di semua hotel grup Kekancan seperti Hotel Radja, GriyaAyem, 21 Residentie dan Rumah Mertua Heritage Jogja,” paparnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Indriyasari menambahkan, saat ini pihaknya tengah berusaha menggeliatkan sektor pariwisata secara bertahap. ”Meski beberapa sektor pariwisata sudah boleh beroperasi, kita tidak bisa tergesa-gesa, tapi harus dilakukan secara bertahap dan tetap harus dengan SOP kesehatan yang ketat,” tambah Iin, panggilan akrabnya.(radarsemarang)

Leave a Reply