Ini Cara Arak Bali Dibuat, Diklaim Gubernur Sembuhkan Pasien OTG Corona

Jakarta, ihgma.com – Gubernur Bali I Wayan Koster mengklaim terapi Arak Bali efektif menyembuhkan pasien Corona yang tidak memiliki gejala-gejala atau OTG (Orang Tanpa Gejala). Seperti apa pembuatan arak Bali?

Dilansir dari Detik.com Kamis 23/7/2020, Bali memang menjadi daerah yang terkenal akan araknya. Arak memang bukan semata-mata milik Bali, ada juga daerah lain yang membuat arak.

Arak Bali biasanya terbuat dari dari nira kelapa atau beras merah yang difermentasi berjam-jam dengan alat-alat yang alami. Proses produksinya masih dilakukan secara tradisional oleh kelompok masyarakat di desa-desa.

Beberapa tempat di Bali yang memproduksi arak ada di Desa Tri Eka Buana, Desa Bebandem, dan Desa Abang di Kabupaten Karangasem. Kemudian di daerah Kabupaten Buleleng.

Namun penghasil arak yang paling terkenal di Bali berada di Kabupaten Karangasem. Salah satunya di Desa Merita dimana hampir semua rumah mengolah dan memproduksi arak secara home industry.

Menurut studi dari Putu Ayu Indrayathi, dkk (2017) pembuatan arak di desa ini telah menjadi tradisi turun temurun dimana arak ini sering digunakan sebagai bagian dari kegiatan sembahyang dan upacara di Bali.

Sementara itu, desa lain di Karangasem yang juga terkenal sebagai pembuat arak adalah Desa Tri Eka Buana. Sama seperti di Desa Merita, pembuatan arak di sana masih sederhana dan arak ini juga disajikan dalam upacara.

Arak Bali yang diproduksi ini biasanya mengandung 20-50 persen alkohol. Untuk harganya dibanderol mulai Rp 20-25 ribu per botol tergantung kandungan alkoholnya.

Dalam perkembangannya, arak tradisional ini dapat dicampur dengan berbagai bahan lainnya yang membuatnya makin kaya rasa. Arak-arak jenis ini banyak dijual di kawasan wisata seperti di daerah Canggu dan Seminyak.

Selain itu, dalam pembuatan arak bali juga terkandung makna filosofis yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat setempat terhadap dewa Bagus Arak Api atau Ida Batara Arak Api yang beristana di Pura Dalem.

Di Bali selain jadi alat terapi, arak Bali juga sudah digunakan sebagai bahan pembuatan disinfektan dan hand sanitizer yang dilakukan oleh Polda Bali dan Universitas Udayana. Arak Bali itu diekstrak menjadi alkohol murni dengan kadar 96% sesuai dengan standar. Proses ekstrak pemurnian alkohol menggunakan peralatan di laboratorium Fakultas Farmasi Universitas Udayana.

Leave a Reply