Kemenparekraf Susun 4 Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata, Apa Saja?

Vaksinasi masal di airport (foto: kemenparekraf).

ihgma.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyusun empat strategi untuk pemulihan di sektor pariwisataApa saja?

Pariwisata menjadi sektor yang paling babak belur saat pandemi virus Corona. Saat ini, Kemenparekraf tengah menggeber pemulihan agar roda industrinya bergerak lagi.

Sejumlah langkah disiapkan agar pariwisata hidup lagi. Berikut rencana dari Kemenparekraf.

Pertama, revitalisasi destinasi dan peningkatan confidence pasar. Dalam strategi ini, Kemenparekraf ingin menciptakan rasa aman berwisata untuk traveler.

“Di antaranya, percepatan program vaksinasi dan percepatan penciptaan herd immunity pada destinasi super prioritas, perluasan sertifikasi CHSE re-skilling up-skilling pekerja parekraf,” kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesudibjo.

22 Tenant Kawasan The Nusa Dua Kantongi Sertifikat Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf)

“Penataan dan tata kelola destinasi termasuk desa wisata, publikasi CHSE dan kampanye Indonesia, aktivasi industri melalui program insentif nakes dan gerakan bisa, peningkatan resiliensi bagi industri melalui dukungan permodalan,” Angela Tanoesudibjo melanjutkan.

Selanjutnya, Kemenparekraf menargetkan pemulihan permintaan wisatawan di Pariwisata Domestik. Strategi tersebut dilakukan dengan penggunaan GeNose lebih luas hingga menggaungkan hashtag bangga beriwisata #diIndonesiaAja dan #Beli Kreatif lokal.

“Penyesuaian regulasi perjalanan domestik, seperti penggunaan GeNose agar lebih murah lebih cepat dan lebih tidak sakit, kedua produk wisata bernilai tambah seperti Mice dan wisata olahraga,”

GeNose pendeteksi Covid-19 karya ahli UGM siap dipasarkan setelah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan. (Foto Dokumentasi Humas UGM)(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

Leave a Reply