Kunjungan Turis ke RI Masih Anjlok 84,45% di Kuartal I-2021

Ilustrasi WIsman

ihgma.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama periode Januari-Maret 2021, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) turun 85,45% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang berjumlah 2,65 juta kunjungan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto menjelaskan, jumlah kunjungan wisman Januari-Maret 2021 terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 21.690 kunjungan.

Kemudian wisman yang masuk dari pintu masuk laut sebanyak 117.700 kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 246.200 kunjungan.

“Kalau kita lihat perubahan kunjungan wisman secara year on year ini terbesar adalah dari Papua Nugini kemudian ada Tiongkok dan Hongkong. Sementara yang terjadi penurunan yaitu dari Selandia Baru, Australia, dan Kuwait,” jelas Setianto.

Lebih lanjut Setianto menjelaskan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Maret 2021 merosot tajam sebesar 72,73% dibandingkan pada Maret 2020.

Kendati demikian, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau pada Februari 2021, jumlah kunjungan wisman bulan Maret 2021 justru meningkat sebesar 14,54%.

Dari sejumlah 132.600 kunjungan wisman di bulan Maret 2021, jumlah kunjungan wisman yang melalui pintu masuk udara sebanyak 12.850 kunjungan, melalui pintu masuk laut sebanyak 40.850 kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 78.890.

“Jika dilihat berdasarkan kebangsaan, wisman yang datang ke Indonesia paling banyak pada Maret 20210, berasal dari Timor Leste sebanyak 65.190 kunjungan atau 49,17%,” jelas Setianto.

“Diikuti Malaysia 41.100 kunjungan atau 30,99%, Tiongkok 8.500 kunjungan atau 6,41%, Singapura 2.580 kunjungan atau 1,95%, dan Papua Nugini 2.430 kunjungan atau 1,83%,” kata Setianto menjelaskan seperti dilansir CNBC Indonesia.

Adapun wisman yang datang dari wilayah Afrika memiliki persentase penurunan paling tinggi yaitu sebesar 96,57% jika dibandingkan dengan Maret 2020. Sementara itu, persentase penurunan paling rendah terlihat pada wisman yang datang dari wilayah Asia di luar ASEAN, yaitu sebesar 41,72%.

Secara kumulatif, sepanjang Kuartal I-2021, wisman yang datang dari wilayah Timur Tengah memiliki persentase penurunan paling tinggi, yaitu sebesar 98,14% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Sebaliknya, wilayah Asia di luar ASEAN memiliki persentase penurunan paling rendah, yaitu sebesar 72,93%,” jelas Setianto.

Leave a Reply