Larangan Mudik Lebaran Diprediksi Turunkan Angka Okupansi Hotel

Jalan Kaki, Tren Wisata Baru yang Ramah Lingkungan

ihgma.com – Kebijakan larangan mudik lebaran yang dikeluarkan pemerintah pusat mulai 6 sampai 17 Mei membuat kalangan pelaku perhotelan di Yogyakarta meradang.

Berbagai persiapan menyambut wisatawan dan segala prosedur yang sudah mereka tempuh untuk mengantisipasi penularan Covid-19 selama ini dirasa sia-sia.
“Tentu soal larangan mudik libur lebaran itu akan menjadi badai sendiri bagi dunia wisata di Yogya,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, Sabtu, 27 Maret 2021.

Deddy memprediksi akibat kebijakan itu industri wisata, terutama tingkat okupansi hotel yang trennya sudah mulai membaik belakangan akan kembali anjlok. “Padahal awalnya kami sangat senang sekali dengan diperbolehkannya mudik saat itu,” kata dia.

Melansir Tempo, Deddy menilai dengan larangan mudik itu dikhawatirkan akan mempengaruhi tren berwisata ke depan. Bagaimana ketika pelaku wisata sudah berupaya memenuhi berbagai standar protokol kesehatan dan menyiapkannya dengan matang, namun ternyata tak mendapatkan kepercayaan.

“Segalanya sudah kami persiapkan jauh hari untuk momen libur lebaran ini, bahkan promosi pun tengah kami gencarkan untuk menarik wisatawan,” kata Deddy.

Ia pun berharap aturan larangan mudik hanya diperuntukkan bagi pemudik. Sedangkan untuk kegiatan wisata masih diperbolehkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan standarisasi dari pemerintah.

Leave a Reply