Libur Paskah, Kedatangan Wisatawan Domestik di Bandara Ngurah Rai Bali Capai 8 Ribu Lebih Per Har

domestic-arrivals-bali-airport

ihgma.com – Trafik penumpang di terminal kedatangan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menjelang libur nasional terkait Wafat Isa Al-Masih atau Hari Raya Paskah per Kamis 1 April 2021 kemarin meningkat.

Dalam satu hari tersebut, wisatawan domestik mencapai 8 ribu lebih masuk ke Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

“Kemarin kami mencatat kedatangan penumpang domestik mencapai 8.875 pax, dan dilayani dengan 63 penerbangan,” ungkap Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, saat dihubungi tribun-bali.com, Jumat 2 April 2021.

Menurutnya jumlah ini (dalam satu hari kedatangan penumpang domestik) tertinggi dibandingkan bulan Maret dan bulan sebelumnya.

Sementara untuk trafik keberangkatan di terminal domestik pada hari kemarin mencapai 5.418 penumpang, dan dilayani dengan 60 penerbangan.

Puncak kedatangan penumpang domestik diprediksi akan terjadi pada hari ini.

Masih menurut prediksi, jumlahnya sama dengan sehari sebelumnya atau dapat lebih tinggi sebesar dua sampai empat persen.

Taufan menambahkan, pada periode bulan Januari – Maret 2021 rata-rata penumpang harian sebanyak 5.293 orang (2.473 pax kedatangan dan 2.820 pax keberangkatan).

Sedangkan periode bulan Maret 2021, rata-rata penumpang harian sebanyak 8.532 orang (4.346 pax kedatangan dan 4.186 pax keberangkatan).

Bahas Pemulihan Pariwisata Bali
Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan sejumlah pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Bali untuk membahas persiapan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Salah satunya terkait rencana pemerintah dalam memperluas travel corridor arrangement disektor pariwisata.

Pertemuan berlangsung di John Hardy Boutique & Gallery di kawasan Seminyak, Bali, Selasa 30 Maret 2021 malam.

“Kami menerima banyak sekali masukan dan rencananya ini akan kita gunakan untuk mempersiapkan pembukaan Bali kembali pada bulan Juni dan Juli,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif juga mengapresiasi langkah-langkah yang diambil Kemenparekraf untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menparekraf temui sejumlah pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta pelaku event di John Hardy Boutique and Gallery. (Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

“Meskipun sudah lebih dari satu tahun lamanya mereka dalam keadaan yang sangat berat, namun mereka tetap optimistis bisa bertahan lewat langkah-langkah yang dilakukan pemerintah,” katanya.

Sandiaga mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus mendiskusikan kemungkinan pembukaan kembali Bali lewat penerapan Travel Corridor Arrangement (TCA) dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Komunikasi terakhir saya dengan Ibu Menlu bahwa proses ini akan terus difinalisasi dan hasilnya akan kita bawa ke Bapak Presiden untuk diambil keputusan finalnya,” ujar Sandiaga seperti dilansir Bali Tribun.

Untuk mempersiapkan hal tersebut, lanjut Sandiaga, pemerintah mengambil sejumlah langkah strategis untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Diantaranya adalah penyiapan TCA, penyiapan produk wisata dan zona hijau, penyiapan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) juga percepatan vaksinasi pelaku wisata dan ekonomi kreatif.

“Tentunya keputusan untuk meniadakan mudik adalah salah satu keputusan yang menyiapkan agar angka penyebaran Covid-19 dapat ditekan. Sehingga kita bisa mencapai situasi prakondisi yang diperlukan dalam rangka mendukung rencana perluasan travel corridor arrangement untuk membuka pariwisata Bali bagi wisatawan mancanegara pada bulan Juni dan Juli mendatang,” ungkap Menparekraf Sandiaga Uno.

 

Leave a Reply