‘Menangis’ Dipukul Pandemi, Agen Travel Minta Uluran Tangan

Foto: Infografis/ Berlaku 1 April, Cek Syarat Terbaru Perjalanan Dalam Negeri/Aristya Rahadian

ihgma.com – Pelaku usaha agen travel menjadi salah satu yang paling terkena dampak pandemi Covid-19 di sektor pariwisata. Setahun terpapar Covid-19, sudah banyak yang akhirnya memilih tutup dengan meninggalkan banyak cerita.

Berdasarkan data survei Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Desember 2020 lalu, banyak pelaku usaha yang melakukan langkah ekstrem, mulai dari banting stir menjual produk ritel makanan, subsidi dengan tabungan pribadi hingga menjual aset. Semua langkah itu demi meminimalisir angka kerugian yang sudah terjadi.

“Anggota kami terutama di daerah destinasi, dengan tidak adanya turis yang datang, dan kalaupun datang lebih banyak yang staycation atau overland ke Bali, terpaksa menjual mobil-mobil operasional, bus, untuk menutup cost selama pandemi ini,” kata Sekjen Astindo Pauline Suharno kepada CNBC Indonesia, Senin (5/4/21).

Dikutip CNBC Indonesia, bahkan, sebanyak 61,2% dari 85 responden telah menutup operasinya setelah masa pandemi, sementara 37,6% mengaku tidak menutup usaha, sedangkan sisanya tidak tahu. Bukan cuma itu, sebanyak 81,2% telah melakukan pemutusan hubungan kerja atau menonaktifkan karyawan. Juga tercatat kurang dari 20% atau hanya 18,8% yang menjawab tidak.

Mencoba bertahan pun tidak mudah karena sebagian besar agen travel lebih banyak yang menggunakan jasa sebagai bagian dari produknya. Sehingga asetnya pun tidak sebanyak pelaku di subsektor pariwisata lain.

“Travel agent bukan pengusaha hotel yang punya aset dan modal kerja besar tapi kebanyakan SME (small medium enterprise),” jelasnya.

Ia meminta adanya bantuan dari Pemerintah untuk bisa menghidupkan kembali sektor ini. Salah satu harapannya pada hibah pariwisata dari Kemenparekraf sebesar Rp. 3,3 triliun. Tahun lalu, hibah ini sudah menyasar sektor pariwisata, tapi anehnya agen travel tidak mendapat. Sebagian mengarah ke hotel dan restoran.

“Kami berharap menteri baru bisa segera mengimplementasikan rencana perluasan hibah dan travel agent pun kebagian,” kata Pauline.

Leave a Reply