Mengenal Akhokoy, Tari Tradisional Khas Sentani Warisan Tiga Suku di Papua

Akhokoy, tarian tradisional khas masyarakat Sentani, Papua. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

ihgma.com – PON XX Papua tak hanya menjadi ajang para putra/putri daerah untuk menjadi yang terbaik. Lebih dari itu, ajang olahraga empat tahun sekali tersebut juga menampilkan beragam kekayaan tradisi dan budaya Papua sebagai tuan rumah.

Salah satunya adalah tari tradisional Akhokoy yang menyita perhatian para peserta PON XX Papua. Tari ini dimainkan oleh 20 anak-anak yang tergabung di dalam sanggar tari Nafas Danau Sentani (NDS). Selain gerakan dan kostumnya yang khas, tarian ini juga memiliki makna filosofis tersendiri, lho.

Akhokoy, tarian tradisional khas masyarakat Sentani, Papua. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Akhohoy merupakan tarian khas di kampung adat Yokiwa yang terletak di Sentani, Kabupaten Jayapura.

Tarian yang diiringi lantunan berbahasa tradisional Sentani itu pada hakikatnya memiliki makna mengangkat kebesaran sosok Ondoafi atau Kepala Adat yang dihormati masyarakatnya.

Akhokoy, tarian tradisional khas masyarakat Sentani, Papua. Foto: Livia Kristianti/ANTARA

Rupanya, tarian Akhokoy bukanlah tarian yang sembarang bisa ditampilkan dan memiliki makna yang mendalam, karena termasuk dalam perangkat sakral di Kampung Adat Yokiwa.

“Tarian ini merupakan lantunan dan tarian yang sejak dahulu sudah ada, menceritakan peristiwa dan kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dilantunkan dari generasi ke generasi lantunan itu mengajarkan nilai dan pedoman hidup bagi masyarakat,” kata Markus Rumbino, yang mendampingi anak-anak dari Sanggar NDS menampilkan tarian Akhokoy, seperti dilansir Kumparan dari Antara.

Kini, Akhokoy pun dikenalkan pada masyarakat Nusantara lewat perhelatan pertama PON di timur Indonesia itu. Tarian ini mengenalkan kebesaran, keberagaman, dan keindahan Papua, tanah surga yang jatuh ke bumi.

Tarian Tradisional Warisan Tiga Suku

Akhokoy merupakan tarian yang menunjukkan bagaimana kesatuan dan keberagaman bisa berbaur menjadi sebuah keindahan. Tarian ini menjadi cerminan dari tiga suku yang berada di Kampung Yokiwa, yakni Suku Awoitauw, Suku Fiobetauw, dan Suku Mimitauw.

Ketiga suku itu bersatu padu menerima keberagaman masing-masing, hingga akhirnya menciptakan warisan yang bisa diturunkan dari generasi ke generasi.

Ilustrasi Suku Terasing Foto: Shutter Stock

Jika diibaratkan tarian Akhokoy ini memiliki kedudukan layaknya kromo inggil di Pulau Jawa.

Ondoafi diposisikan sebagai seseorang yang dihormati karena perannya menjaga dan menyatukan masyarakat dari tiga suku yang berbeda itu.

Tarian itu pun wajib dibawakan hanya oleh masyarakat asli dari Kampung Yokiwa dengan menggunakan pakaian adat Sentani.

Ada peran penari pria yang memimpin tarian, ia menggunakan rok rumbai dilengkapi lukisan motif khas Sentani di badannya, membawa dan meniupkan alat musik Ame yang berasal dari kerang untuk memberi instruksi.

Pemimpin tarian itu pun memandu baik penari wanita, maupun penari pria yang telah lengkap menggunakan kostum rumbai untuk membawa lantunan dan tarian Akhokoy.

Mereka membawakan lantunan dengan bahasa tradisional yang digunakan di Sentani, yang kemampuannya hanya dimiliki oleh ketiga suku itu.

Leave a Reply