Nothing is Instant, Don’t Lost Local Wisdom

Dr (C) I Made Ramia Adnyana SE., MM., CHA for President of IHGMA 2021-2024 (Doc : IHGMA)

“Untuk menjadi pemimpin dalam setiap asosiasi atau organisasi tidak bisa dilakukan tanpa melalui proses karena seorang pemimpin yang berproses akan manjadi Pemimpin yang tangguh dan dihormati serta memiliki penglihatan yang tajam setajam mata elang ( Eagle Eye )

Ihgma.com – I Made Ramia Adnyana, pria kelahiran Bali, 7 September 1972 ini, biasa dipanggil Ramia yang pernah bercita cita ingin menjadi seorang dokter akhirnya banting setir menjadi seorang General Manager di industry perhotelan karena saat itu untuk menjadi dokter tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan.

Ramia banyak di sukai oleh teman-temannya di sekolah karena ia orang yang sangat periang dan mudah bergaul dengan siapa saja, suka berorganisasi dan suka membaca berbagai macam buku, pekerja keras tanpa mengenal Lelah, berdedikasi tinggi sehingga Ramia berbeda dengan teman teman lainnya.

Pria berkacamata ini berasal dari Desa Tiyingtali, sebuah desa potensial di wilayah Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Ia memasuki Sekolah Dasar di SDN 1 Tiyingtali kemudian melanjutkan ke SMP 1 Amlapura di Kota Amlapura. SMA juga diselesaikan di Kota yang sama, Amlapura.

Awalnya setelah lulus SMA ingin kuliah di Malang Jawa Tmur untuk menganbil program kedokteran tetapi cita citanya kandas karena factor biaya yang sangat mahal akhirnya untuk mencapai apa yang dicita citakan Ramia meninggalkan kampung halaman untuk tinggal di dekat area kampusnya yaitu di Nusa Dua , Pria Lulusan STP Nusa Dua yang dulunya adalah BPLP Nusa Dua menyelesaikan program Voktra Jurusan Front Office.
Pilihan STP Nusa Dua saat itu karena Sekolah Tinggi Pariwisata yang ada di Nusa Dua sangat favorit untuk belajar di Industry Hospitality baik untuk Mahasiswa Bali dan juga luar pulau Bali dan juga karena ia berfikir setamat kuliah langsung bisa bekerja didunia perhotelan.

Ramia yang menguasai Bahasa Jepang, Jerman dan Inggris menjadi salah satu alasan ingin bekerja di dunia perhotelan karena selalu bisa berkomunikasi secara aktif dengan bahasa asingnya dengan tamu tamu yang mempunyai latar belakang budaya yang berbeda beda.

Lulusan Voctra (Vocational Training) BPLP Nusa Dua Bali memberikan kesempatan Ramia untuk bisa bekerja di perhotelan langsung yaitu magang kerja di Hotel Padma Bali sebagai Bellboy pada 1991. Bellboy merupakan awal karirnya di dunia perhotelan.

Ramia pernah bekerja juga di Le Meridien Norwana Golf & Spa Resort Bali sebagai FO Officer, Shif Leader, dan Chief Village/Villa Manager. Kemudian ia pindah ke Sales Department sebagai Sales Executive kemudian promosi ke Sales Manager, Senior Sales Manager, dan Asistant DOS sebelum akhirnya menjadi DOS.

Untuk meniti karir yang lebih tinggi lagi ditunjang belajar dengan keras, akhirnya Ramia dapat menyelesaikan program Magister Undiknas Denpasar untuk Program Studi Managemen Pemasaran, CHA Certified – AHLEI, dan sekarang ini masih kuliah untuk program Doctoral dari Universitas Negeri Udayana sampai sekarang.

Posisi eksekutif dimulai dengan menjadi Resident Manager di Kamandalu Resort & Spa (Former Banyan Tree Resort & Spa Ubud), kemudian sebagai General Manager setelah bergabung dengan Furama Hotels Internarional (FHI) Regional Chain yang berbasis di Singapura. Pada 2013 hingga sekarang, ia dipercaya menjadi General Manager di H Sovereign Bali.

Komitmen dan keja keras di dunia perhotelan,  Ramia pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 50 tokoh pariwisata muda yang berpengaruh bersama dengan stakeholder pariwisata lainnya di Bali.

Ia juga berkontribusi secara aktif untuk kemajuan pariwisata Bali dan membawa Ubud sebagai The Best City in Asia ketika ia menjabat sebagai Ketua Ubud Hotels Association (UHA) juga kegiatan lainnya yang bersifat internasional seperti THK dan Green Hotels serta Clean Up The World, Earth Hour, dan Environment.

Pria yang menghabiskan waktu bekerja 9-12 jam per hari ini juga terlibat aktif di Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) dari awal pendirian sampai saat ini. Jabatannya adalah sebagai Vice Chairman/Vice President DPP IHGMA di kepengurusan pertama dan hasil kongres Nasional Pertama di Makassar 2017 – 2021. Dan sekarang menjabat juga Dewan Penasehat DPD IHGMA Bali.

Menurutnya, IHGMA merupakan wadah untuk mengaktualisasikan diri sesama anggota asosiasi para General Manager di Indonesia serta memberikan kontribusi positif untuk kemajuan dunia pariwisata Indonesia.

IHGMA sebagai wadah para GM di perhotelan dan Villa bisa berkontribusi secara nyata dengan berkolaborasi bersama pemerintah dan stakeholders pariwisata lainnya untuk mendorong perubahan dalam meningkatkan kualitas para General Manager sebagai human capital serta modal dasar pembangunan nasional di bidang kepariwisataan.

Untuk terus mengembangkan asosiasi profesi GM perhotelan terbesar di Indonesia ini, Ramia merasa terpanggil untuk mengambil bagian dengan menjadi kandidat calon ketua umum IHGMA untuk periode 2021 – 2024.

Dukungan dari IHGMA DPD Bali dan anggotanya yang paling banyak dari seluruh DPD di Indonesia menjadi modal Ramia optimis untuk bisa menduduki kursi nomer 1 di IHGMA.

Dari pengalaman dan leadership Ramia tidak diragukan lagi potensi dan ketangguhan sudah terbukti di 5 tahun terakhir di Dewan Pimpinan Pusat IHGMA.

Nantinya kalau terpilih I Made Ramia di acara Kongres Nasional Ke-2 IHGMA Di Danau Toba Sumatra Utara menginginkan IHGMA dan seluruh anggota berperan aktif sebagai stakeholder di dalam memberikan masukan kepada pemerintah yang berkaitan dengan pariwisata, meningkatkan kompetensi para GM Indonesia melalui program-program pelatihan kepemimpinan agar mampu bersaing di tingkat global, dan yang terakhir Create New Leader di dunia pariwisata terutama perhotelan dengan membantu mendidik para departemen head untuk menjadi GM.

Melalui Opensive Strategy dengan skill dan kompetensi yang dimiliki Para GM hotel di Indonesia tidak hanya jago kandang tapi kita mesti juga berjaya di luar negeri terutama kawasan Asean. Banyak senior senior kita yang sudah sukses jadi GM di Thailand, Vietnam, China dll. Tetap loyal to the proses, nothing is instan di zaman now. Kita mesti tetap belajar meningkatkan kompetensi diri untuk menghadapi VUCA world yang penuh tantangan. Pemimpin sejati adalah pemimpin yang mampu bertahan disaat krisis dan malah menjadi juaranya. Tugas berat kita adalah membangkitkan kembali kejayaan Pariwisata Indonesia yang terpuruk sebagai dampak Pandemik Covid-19. Kenali potensi, bawa perubahan dan budayakan sikap unggul melalui adaptasi, kolaborasi dan inovasi menuju IHGMA yang Jaya dan Tangguh. IHGMA Maju, Indonesia Hebat

Semuanya bisa terwujud dengan kerja keras kita semuanya dan tentu saja dengan dukungan seluruh anggota IHGMA dan DPD IHGMA serta DPC IHGMA untuk memberikan dukungan kepada I Made Ramia menjadi ketua umum IHGMA untuk mewujudkan cita cita kita Bersama.

Mari kita sukseskan Kongres Nasional ke-2 IHGMA tanggal 18-20 Juni 2021 di Danau Toba dan menjadi saksi sejarah untuk kemajuan IHGMA 3 tahun kedepan. (ph)

Sumber : Buku Merah Putih

Leave a Reply