Okupansi Hotel di Yogyakarta Rendah, Kadispar DIY Ajak ASN Staycation

Okupansi Hotel di Yogyakarta Stagnan

ihgma.com, Yogyakarta – Tingkat keterisian atau okupansi hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akibat kebijakan larangan mudik hanya berkisar di angka 15-20 persen.

Untuk membantu sektor perhotelan di DIY agar tetap bisa bertahan, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) DIY Singgih Raharjo mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk staycation selama libur lebaran.

“Merespons larangan mudik, tentu wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta akan sangat menurun. Informasi dari teman-teman perhotelan 15-20 persen saja,” kata dia, Senin (10/5/2021).

Untuk mendongkrak angka okupansi hotel, dirinya mengajak staf-staf di Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY untuk staycation selama libur lebaran. Harapannya, langkah itu bisa diikuti ASN di Pemerintah DIY lainnya.

“Saya mengajak staf pariwisata staycation di hotel. Semoga apa yang kami lakukan akan diikuti ASN lainnya. Karena kita tidak boleh mudik, maka gunakan waktu yang ada untuk staycation di hotel pilihan dari masing-masing ASN,” katanya.

Sebatas imbauan

Ajakan tersebut hanya sebatas imbauan saja. Pihaknya tidak menerbitkan surat edaran (SE) terkait ajakan para ASN untuk staycation, baik di hotel maupun homestay.

“Jadi imbauan, tidak akan ada surat edaran. Jadi imbauan kepala dinas pariwisata untuk para ASN di dinas pariwisata tentunya dan saya mengimbau ASN lainnya untuk bisa staycation di hotel, termasuk homestay,” ucapnya.

Bregodo Jogo Malioboro(Dok. Visiting Jogja)

Ia mengungkapkan sejak pandemi Covid-19, Dinas Pariwisata DIY tidak menargetkan jumlah wisatawan yang datang.

Namun selama pandemi, target dari Dinpar DIY adalah bagaimana cara agar pengelola tempat wisata dapat sehat dan tidak terpapar Covid-19.

Dirinya berharap wisatawan lokal asli DIY dapat melakukan kegiatan wisata di DIY, baik itu melakukan staycation maupun menjelajah wisata DIY, sehingga sektor wisata dapat digerakkan sekecil apa pun.

Leave a Reply