Pariwisata Hancur, Ekonomi Thailand Terburuk Sejak Krisis ’97

Foto: AP/Wason Wanichakorn

ihgma.com – Ekonomi Thailand hancur akibat pandemi, terburuk dalam lebih dari dua dekade atau sejak 1997. Data yang dirilis pada Senin (15/2/2021) menunjukkan, penurunan ekonomi diakibatkan industri pariwisata yang hancur, serta adanya pergolakan politik yang masih berlangsung.

Pada 2020, pertumbuhan ekonomi Thailand minus 6,1%. Ini adalah yang terburuk sejak krisis keuangan Asia 1997, di mana pertumbuhan ekonomi Thailand minus 7,6%. Para pejabat Thailand memperkirakan ekonomi akan berkembang sangat lambat dari perkiraan semula di tahun 2021 ini.

Tahun ini, ekonomi Thailand bakal tumbuh 2,5%-3,5%. Proyeksi ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 3,5%-4,5%, meski ada tanda perbaikan ekonomi pada tiga bulan terakhir di 2020 lalu.

“(Pertumbuhan ekonomi kuartal akhir 2020) Telah pulih dari kuartal sebelumnya, karena paket stimulus pemerintah yang meningkatkan pengeluaran,” kata Danucha Pichayanan, Sekretaris Jenderal Kantor Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional (NESDC) Thailand seperti dilansir dari CNBC Indonesia Senin (15/1) dari AFP.

Proyeksi 40 juta turis akan datang ke Thailand pada 2020 pupus akibat pandemi Covid-19. Sektor jasa negara, hiburan, ritel, hotel, dan restoran tidak dapat bergerak.

Ekonomi kerajaan yang terjun bebas ini juga menjadi faktor gerakan protes yang dipimpin pemuda, yang menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha, reformasi konstitusi, dan perubahan ke monarki.

Saat ditanya mengenai iklim politik Thailand, Danucha menyiratkan bahwa hal itu memberikan pukulan lebih lanjut ke perekonomian negeri gajah putih.

“Perekonomian Thailand mengandalkan investasi dan ekspor. Situasi politik akan mempengaruhi kepercayaan investor,” ujar Danucha.

Perekonomian Thailand memang cukup menantang dari sejak sebelum pandemi. Ini terlihat dari memperlihatkan ketidaksetaraan yang dalam antara orang kaya dan miskin dalam masyarakat Thailand.

Menanggapi kemerosotan ekonomi karena pandemi, pemerintah Thauiland menerapkan rekor paket stimulus 1,9 triliun baht, bantuan uang tunai, dan insentif pajak. Perbaikan ekonomi lebih lanjut akan bergantung pada pengelolaan pandemi dan peningkatan wisatawan.

“Wabah dan peluncuran vaksin, bersama dengan pemulihan pariwisata, adalah faktor ekonomi utama tahun ini,” kata Danucha

Thailand telah mencatat lebih dari 24.500 kasus virus corona, dengan lonjakan sekitar 20.000 infeksi sejak akhir tahun lalu, setelah gelombang kedua yang berasal dari pasar makanan laut terbesar di negara itu.

 

Leave a Reply