Pemerintah Siapkan Rp 170 T untuk Kembangkan Pariwisata

JAKARTA, IHGMA.com – Pemerintah bertekad menjadikan sektor pariwisata sebagai penyumbang devisa terbesar bagi negara. Untuk merealisasikan tekad tersebut, pemerintah siap menggelontorkan dana Rp 170 triliun lebih kepada sektor pariwisata.

Saat ini, sektor pariwisata masih berada di posisi kedua sebagai penyumbang devisa terbesar setelah minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Pada 2019, sektor pariwisata ditargetkan menjadi penyumbang devisa terbesar dengan nilai US$ 20 miliar.

“Saya berani jamin, pariwisata adalah industri yang paling mudah dan murah menghasilkan devisa,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Jakarta, Jumat (28/9).

Dia menjelaskan, devisa tersebut berasal dari kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun depan, naik dari tahun ini sebanyak 17 juta wisman. Untuk mencapai target itu, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan kementerian terkait lainnya terus melakukan pengembangan di tiga aspek utama pariwisata, yakni akses, atraksi, dan amenitas.

Dari sisi akses, menurut Menpar, pemerintah akan memperbaiki akses konektivitas melalui percepatan pembangunan jalan tol dan jalan sekitar destinasi wisata. Kecuali itu, pemerintah bakal meningkatkan kapasitas konektivitas udara yang mencakup percepatan pembangunan bandara, peningkatan status menjadi bandara internasional, ser ta penambahan jumlah penerbangan.

Dari sisi atraksi, kata Arief Yahya, pemerintah bakal meningkatkan keragaman atraksi di destinasi wisata agar waktu tinggal (length of stay) wisman meningkat. Pemerintah juga akan meningkatkan kualitas amenitas (kenyamanan), seperti kualitas system pembayaran dan jaringan internet di destinasi-destinasi pariwisata.

“Dari sisi regulasi, pemerintah juga terus berupaya memangkas aturan- aturan yang menghambat sektor pariwisata,” tegas dia dikutip dari beritasatu.com.

Leave a Reply