Pertengahan Tahun Pariwisata Internasional Bali Jadi Dibuka? Wamenparekraf : Itu Target Pertama Kita

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin

ihgma.com – Mengenai negara-negara mana saja yang sudah dijajaki dan paling potensial untuk digandeng dalam Travel Corridor Arrangement (TCA) untuk Bali.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo, menyampaikan bahwa pertimbangan-pertimbangan kita untuk membuka Bali menerima kunjungan wisatawan mancanegara kembali pertimbangannya harus ada resiko valuenya.

“Jadi nanti ini kita akan bahas lebih lanjut, besok kita akan rapat lebih detail lagi berkaitan dengan revisi Permenkumham-nya. Dan saya kira mungkin beberapa poin yang penting pertama adalah negara-negara yang secara penyebaran Covid-19 ditangani dengan baik,” ujar Wamenparekraf Angela, usai menghadiri forum investasi bersama negara-negara mitra di Nusa Dua, Bali, Jumat 26 Maret 2021 seperti dilansir Bali Tribune.

Kemudian poin kedua adalah negara tersebut vaksinasinya tinggi dan berjalan dengan baik, karena kita ingin mengurangi resiko ketika kita membuka Bali untuk turis asing.

“Berikutnya adalah ketersediaan direct flight ini juga mungkin jadi pertimbangan, karena tentunya dengan adanya direct flight juga mengurangi resiko penyebaran Covid-19. Selain itu, saya kira kita berfokus pada quality tourism yang dimana memiliki spending money dan length of the stay-nya jauh lebih panjang,” jelas Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo.

Mengenai progres vaksinasi massal Covid-19 untuk Bali khususnya bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, Angela mengatakan, pihaknya terus akan menggenjotnya sampai pertengahan tahun 2021 ini.

“Kita ingin ada herd immunity di Bali sebelum Juli, sehingga ketika pembukaan pariwisata internasional Bali terjadi itu sudah terjadi herd immunity di Bali,” ungkapnya.

Apakah Kemenparekraf optimis guideline Juni-Juli pariwisata internasional Bali dapat dibuka?

Wamenparekraf Angela menyampaikan itu target pertama.

“Itu target pertama kita ya, kita berusaha sekeras mungkin semoga itu bisa tercapai. Kita akan usahakan tentunya, tapi kriteria-kriteria tertentu yang harus kita capai,” kata Angela Tanoesoedibjo.

Lebih lanjut ia menyampaikan sejumlah negara sudah banyak yang ingin datang ke Indonesia khususnya Bali seperti Korea, Qatar, Belanda dan lainnya tinggal prosedurnya seperti apa dari kita dan kesepakatan kedua belah pihak bagaimana.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan perkembangan Covid-19 di Provinsi Bali saat ini masih dinamis.

“Sekarang ini masih cukup dinamis, karena itu protokol kesehatan di Bali harus tetap diperketat sesuai dengan kebijakan PPKM Mikro. Dan saya kira yang harus dipercepat adalah upaya percepatan program vaksinasi massal Covid-19. Inilah yang kami mohonkan (percepatan vaksinasi) kepada pemerintah pusat,” ujar Gubernur Bali, Wayan Koster.

Menurutnya permintaan percepatan vaksinasi Covid-19 di Bali, pemerintah pusat melalui Bapak Menko Marves dan Bapak Menkes sudah memberikan jalan keluar dimana Bali akan diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi.

Dari total penduduk Bali 4,3 juta, 70 persennya atau sekitar 3 juta penduduk itu kami mohonkan divaksin dan paling lambat minimal 2,5 juta penduduk Bali divaksin pada bulan Juli mendatang.

“Sehingga arahan Bapak Presiden bulan Juli itu secara bertahap dan terbatas wisatawan mancanegara sudah bisa dimulai (masuk Bali). Tadi Bapak Menko sudah menyampaikan dalam waktu dekat akan di drop vaksin Covid-19 untuk memvaksinasi sebanyak 1,5 juta penduduk Bali, dan sudah berjalan 300 ribu lebih yang divaksinasi jumlah penduduknya,” jelas Gubernur Bali, Wayan Koster.

Dan kalau diberikan 1,5 juta penduduk divaksin, kurang lebih kita butuh 3 juta dosis vaksin Covid-19.

Menurutnya, sebelum bulan Juli nanti herd immunity Bali sudah terbentuk.

“Jadi kalau sampai bulan Juli, saya kira herd immunity-nya itu sudah mencapai 2,8 juta penduduk yang divaksin sudah cukup nyaman untuk dikunjungi,” imbuhnya.

 

Leave a Reply