Resort Dibuka Kembali: Dapat Bertahan Atau Merugi.

Foto : S. SAUTA., DBA.

Oleh: S. SAUTA., DBA.
www.syahrulsauta.com

IHGMA.com – Sejak awal Agustus 2020 sebagian resorts maupun hotels sudah mulai dibuka di beberapa kota di Indonesia, dengan syarat haruslah memenuhi protocol kesehatan covid 19 dan sudah mendapatkan verifikasi dari pemerintah setempat melalui tim gabungan antara asosiasi industri dan pemerintah.

Tulisan ini dikirim ke team redaksi IHGMA dari penulis S Sauta., DBA Senin 10/8/2020,  Dengan telah mulai dibukanya kembali operasional hotels/ resorts maka tim manajemen hotels/ resorts tersebut sudah siap menjalankan operasional nya sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Pada saat hotels/ resorts ditutup untuk sementara biaya operasional hotels/ resorts hanya terbatas pada fixed cost saja, seperti biaya seperti listrik, air, gaji pegawai yang masih bekerja. Sehingga kerugian hotels/ resorts masih bisa dikendalikan sekecil mungkin, yaitu dengan melakukan pengawasan extra. Dan harus dibuat catatan bahwa mata pisau Covid-19 pada saat hotel ditutup sementara hanya satu mata pisau yaitu hanya memporakporandakan harapan pekerja.

Pada periode ini hanya para pekerja yang menjadi korban Covid-19 disaat hotel ditutup untuk jangka waktu sementara, para pekerja kehilangan pekerjaannya dan banyak penganguran terjadi pada sektor Business Hospitality.

Ingat bahwa begitu hotels/ resorts dibuka kembali maka target survives haruslah di kampanyekan oleh manajemen hotels/ resorts kepada para karyawannya agar dapat melewati masa-masa yang sulit yang akan terjadi pada operasional hotels/ resorts.

Untuk masa periode normal baru ini para GM hotels/ resorts dan tim nya haruslah mempunyai strategi yang jitu untuk keluar dari resiko kerugian bisnis, paling tidak bisa survives.

Apabila terjadi kerugian terus menerus selama enam bulan berturut-turut maka masalah ini akan mengancam kelangsungan hidup hotels/ resorts tersebut. Dapat diproyeksikan berapa besar kerugian hotels/ resorts apabila terjadi selama enam bulan terus nenerus merugi secara kumulatif.

Apabila hal ini terjadi maka suntikan dana operasional sangat di butuhkan oleh hotels/ resorts untuk kelanjutan hidupnya.

Pihak yang paling bertanggung jawab untuk mencarikan dana tersebut adalah para pemilik(owners) hotels/ resorts.

Ada titik kejenuhan dan keputusasaan kemungkinan terjadi di pihak owners dengan cara para pemilik bisnis ini melakukan analisa bisnis melalui para konsultan bisnis mereka. Apabila analisa bisnis yang dibuat oleh para konsultan tersebut menyarankan hotels/ resorts lebih baik ditutup dari pada terus operasi, yang dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Disini lah mata pisau Covid-19 akan menjadi dua yang akan memporakporandakan harapan pekerja dan harapan pengusaha(business owner).

Kunci semua ini agar tidak terjadi adalah STRATEGI BISNIS, EFISIENSI dengan sistim pengawasan extra ketat agar hotels/ resorts SURVIVES mengelola operasional nya.

(SYS 100820).

Leave a Reply