RI Ternyata Tak ‘Ramah’ Buat Liburan Orang Kaya Pakai Yacht

Foto: Lexus LY 650 yacht (Ist/Lexus/Marquis Larson)

ihgma.com – Pemerintah tengah mendorong kedatangan wisatawan asing dari jalur laut. Khususnya para pelancong yang tengah berlayar menggunakan kapal layar mewah (yacht).

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinasi Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto mengatakan, terdapat tren pariwisata dengan menggunakan yacht. Peluang ini menarik untuk didorong khususnya dari wisatawan asing.

“Ada tren kecenderungan yang kita lihat. Misalnya keluarga yang keliling Bali dengan yacht sudah ada yang standby di dermaga. Ini ada peluang pasar yang cukup menarik meskipun tidak sebesar pasar yang normal namun ini menarik,” kata Seto, dalam keterangan resmi, Kamis (25/2/2021).

Ia menjelaskan beberapa tantangan dalam pengembangan pariwisata yacht saat ini adalah ekosistem yang belum saling terkait dan mendukung seperti sumber daya manusia dan infrastruktur. Serta regulasi perizinan satu pintu melalui platform digital seperti perizinan terkait visa, tenaga kerja asing, karantina, bea cukai dan SOP pemeriksaan.

Asisten Deputi Investasi Bidang Jasa Farah Heliantina menjelaskan untuk menarik investasi di sektor pariwisata melalui kedatangan yacht di Indonesia, perlu juga relaksasi dan insentif yang diberikan kepada pelaku usaha. Seperti insentif perpajakan serta kemudahan fasilitas di kepabeanan, keimigrasian, karantina dan kepelabuhan.

Saat ini ada 21 titik yang menjadi Pelabuhan masuk dan keluar untuk kapal yacht. Tapi pemerintah hanya fokus pada 10 titik rekomendasi pelabuhan masuk dan keluar kapal. Penyesuaian lokasi ini berdasarkan pendekatan wilayah perbatasan antar negara dan last call port untuk meningkatkan aspek keamanan dan kemudahan wisatawan.

Marine tourism seharusnya menjadi unggulan dari Indonesia. Untuk itu, kita perlu mengubah mindset atau model bisnis dari tradisional menjadi model new normal yang memperhatikan Covid -19,” jelas Farah.

Sebelumnya, ketua Umum Kadin Bidang Pariwisata Kosmian Pudjiadi mengatakan ada tiga masalah kepemilikan yacht di Indonesia. Pertama adalah persoalan pajak mewah, kedua perizinan kepemilikan kapal pribadi, ketiga adalah kepastian hukum untuk membuat dermaga.

Leave a Reply