Sandiaga Uno Berencana Terapkan Free Covid Corridor di Nusa Dua dan Ubud Bali

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (kiri) meninjau destinasi wisata Waterbom Bali, Kuta, Badung, Bali, Kamis 25 Februari 2021. Kunjungan tersebut dilakukan Menparekraf Sandiaga Uno untuk mengamati penerapan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety, Environmental sustainability (CHSE) serta meninjau lokasi drive-thru vaksinasi COVID-19 yang rencananya akan dibangun di kawasan Waterbom Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

ihgma.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berencana membuka kembali pariwisata Bali melalui program Free Covid Corridor. Program Koridor Bebas Covid-19 itu, menurut Sandiaga, merupakan aspirasi dari pelaku usaha pariwisata di Bali yang kerap disampaikan kepada pemerintah dalam berbagai kesempatan.

“Kami mempersiapkan Free Covid Corridor di Bali dan beberapa destinasi wisata lainnya,” kata Sandiaga Uno dalam dialog daring bertajuk ‘Vaksinasi Datang, Pariwisata Gemilang’, Senin, 1 Maret 2021. Sandiaga berulang kali mempertajam usulan tersebut dengan langkah teknis yang konkret.

Kehati-hatian dalam menerjemahkan Free Covid Corridor ini, Sandiaga melanjutkan, penting untuk menekan penyebaran Covid-19 sekaligus menggenjot perekonomian masyarakat. Sebab itu, harus cermat dalam menentukan potensi membuka kembali zona hijau di Pulau Dewata agar wisatawan bisa masuk.

Beberapa destinasi wisata zona hijau di Bali yang bakal memberlakukan Free Covid Corridor adalah Nusa Dua, Ubud, dan meluas ke Nusa Penida. Mengenai negara asal wisatawan mancanegara itu, Sandiaga Uno mengatakan, gagasan awalnya adalah wisatawan dari Cina dan Singapura.

Wisatawan berfoto dengan latar belakang ombak menghempas karang di objek wisata Water Blow, Nusa Dua, Bali. Wisatawan tidak akan bisa menikmati objek ini secara gratis karena bakal dikenakan retribusi. TEMPO | Made Argawa.

Melansir Tempo Selas (2/3), Sandiaga Uno melanjutkan, jadi tidaknya penerapan Free Covid Corridor di Bali ini bergantung pada langkah pemerintah dan masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19 dan penanganan kasusnya. “Jadi kembali lagi kepada kita, jangan sampai naik kasusnya,” ucap dia.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan vaksinasi Covid-19 di suatu daerah harus tuntas dulu sebelum menerapkan zona hijau di wilayah tersebut. Di Nusa Dua dan Ubud, menurut dia, membutuhkan 120 ribu dosis vaksin untuk disuntikkan kepada pelaku industri pariwisata dan penduduk setempat.

Jika vaksinnya sudah tersedia, maka masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di kawasan Nusa Dua dan Ubud akan mendapatkan prioritas vaksinasi Covid-19. Apabila vaksinasi selesai pada Maret, Wayan Koster memperkirakan paling lambat Mei 2021 wisatawan domestik yang lebih dulu dapat leluasa berwisata di Nusa Dua dan Ubud.

Pada pertengahan Maret 2021, Sandiaga Uno berharap Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementerian Kesehatan, dan Satgas Covid-19 berkoordinasi bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menyelesaikan alur Free Covid Corridor sekaligus uji coba. “Seandainya berhasil, maka perlahan akan diterapkan di berbagai tempat,” kata Sandiaga Uno.

Leave a Reply