Selandia Baru Resmi Buka Travel Bubble dengan Australia Mulai 19 April

Perdana Menteri Selandia Baru , Jacinda Ardern. Foto: AFP/DAVID ROWLAND

ihgma.com – Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, akhirnya menerapkan gelembung perjalanan atau travel bubble dengan Australia mulai 19 April mendatang.

Gelembung Trans-Tasman ini memungkinkan pelancong dari Selandia Baru bepergian ke Negeri Kanguru itu tanpa harus melakukan karantina setibanya di negara tujuan. Gelembung perjalanan trans-Tasman pertama kali diusulkan pada awal April lalu, ketika Australia dan Selandia Baru mulai mencabut kebijakan lockdown.

Kebijakan skema pariwisata ini memberi peluang kepada wisatawan untuk melakukan perjalanan antara kedua negara, sementara perbatasan mereka tetap tertutup untuk negara lain.

“Keberhasilan tim kami dalam menangani pandemi COVID-19 dan mengendalikan penyebarannya selama 12 bulan terakhir telah memberikan hasil. Sekarang terbuka kesempatan untuk kembali melanjutkan perjalanan Trans-Tasman,” ujar Jacinda Ardern, dalam keterangan persnya, Selasa, (6/4).

Ilustrasi Selandia Baru Foto: Shutterstock

“Saya tidak dapat melihat atau menunjuk ke negara mana pun di dunia yang mempertahankan strategi menjaga negara mereka bebas COVID sambil membuka perjalanan internasional antara satu sama lain. Itu berarti dengan cara kami memimpin dunia,” lanjutnya.

Dilansir Kumparan dari Reuters, Ardern mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah kedua negara, Australia dan Selandia Baru, mempelajari kembali pengendalian COVID-19 di wilayah masing-masing. Usai memastikan COVID-19 akan tetap terkendali meski karantina dan travel bubble dilonggarkan.

Seseorang memekai masker sedang berjalan di daera Sydney, Australia. Foto: Loren Elliott/Reuters

Rencana gelembung perjalanan tersebut sempat tertunda setelah kasus virus corona baru ditemukan di Australia. Namun, keduanya sepakat membuka gelembung Trans-Tasman setelah kasus wabah COVID-19 bisa teratasi.

Hingga saat ini, Selandia Baru tercatat hanya memiliki 2.524 kasus dan 26 kematian akibat COVID-19. Dari angka tersebut, hanya 100 pasien yang statusnya belum sembuh. Sementara itu, untuk Australia, mereka mencatatkan 29.364 kasus dan 909 kematian akibat COVID-19. Dalam 24 jam terakhir, hanya ada 7 kasus baru di Australia.

Leave a Reply