SOS! Pengusaha Hotel Mulai Kehabisan Napas Nih

Ilustrasi hotel. ©2012 Shutterstock/Brian A Jackson

ihgma.com – Sektor pariwisata menjadi salah satu yang paling terkena pandemi Covid-19, bahkan ada prediksi kondisinya kian kritis dengan adanya kebijakan larangan mudik.

Sekretaris Jenderal Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan bahwa saat ini pelaku di industrinya sudah mati-matian dengan prediksi sektor pariwisata anjlok selama lima bulan.

“Masuk Januari okupansi hotel terjun ke 30%, tadinya meningkat 50% di Desember. Itu diperparah Februari dan Maret, minggu depan bulan puasa lalu lebaran, ini lima bulan lebih diproyeksikan sepi. Nggak ngerti lagi cara bertahan sementara susah cari napas sisa untuk bertahan,” katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (1/4/21).

Lima bulan awal sepi karena di awal tahun biasanya memang menjadi low season. Sebelum masa pandemi pun, pengusaha tidak terlalu berharap meningkatnya okupansi pada momen-momen ini. Selain itu, dari acara pemerintahan pun saat ini sudah sangat sedikit, bahkan sudah hampir tidak ada karena adanya perbedaan cara mengadakan rapat.

“Kalau melihat 2020, liburan jadi tumpuan betul, karena nggak ada meeting pemerintah. Saat bulan puasa, mana ada orang liburan? Dikit. Kalau diharapkan setelah Maret, Mei dari acara Pemerintah nggak banyak karena mereka banyak virtual, dulu kita MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Kita balik lagi ke era dimana hotel banyak leisure-nya,” sebutnya.

Melansir CNBC Indonesia, dengan lebih mengandalkan liburan masyarakat, maka kemampuan daya beli yang menjadi penentu utama. Jika daya beli menurun, maka kebutuhan untuk liburan juga ikut. Namun, terlalu banyak di rumah membuat sebagian masyarakat memilih untuk menghabiskan liburan.

“Setelah kita survei yang menumbuhkan okupansi setelah pelonggaran PSBB di bulan Juli 2020 adalah libur dan cuti bersama dan ditutup liburan bulan Desember. Dan itu berdampak pada fasilitas yang punya ballroom. Kemudian tenaga kerja terdampak yang secara tidak langsung paket-paket penjualan meeting itu banyak tidak terserap, akhirnya supply kita yang besar,” jelasnya.

Pemerintah memang sudah mencoba mengeluarkan stimulus pada sektor pariwisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan Kemenparekraf/Baparekraf memiliki program hibah pariwisata untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19. Per tahun lalu, dana yang digelontorkan mencapai Rp 3,3 triliun. Namun, program itu belum maksimal.

“Ini sudah kami gelontorkan tahun lalu tapi baru terserap 70%,” ujar Sandi, sapaan akrab Sandiaga Uno, saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Nasional Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Kempinski Hotel, Jakarta, Jumat (5/3/2021).

Leave a Reply