Usai Pandemi, Bali Targetkan Pariwisata yang Berkualitas

lustrasi wisatawan di Taman Budaya Garuda Wishnu Kencana Foto: Dok. Kemenparekraf

ihgma.com – Bali memang masih menutup pintunya untuk wisatawan mancanegara akibat pandemi COVID-19. Hal tersebut dimanfaatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk berbenah diri dan menuju pariwisata yang berkualitas.

Kepala Dinas Provinsi Bali, I Putu Astawa, mengatakan bahwa usai pandemi, Pulau Dewata akan menargetkan pariwisata yang berkualitas.

Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

“Saya yakin pandemi pasti akan hilang, saya optimis. Sehingga ke depan kita menyiapkan pariwisata Bali yang berkualitas dan lebih berkelanjutan dengan visinya pak gubernur, sehingga mulai mengharmoniskan antara alam, manusia, dan budayanya harus kita lestarikan. Itulah yang menjadi keontetikan Bali yang menjadi daya pikat bagi wisatawan,” kata Putu Astawa, dalam webinar “Redefining Sustainable Tourism Roadmap” yang digelar MarkPlus Tourism, Rabu (10/3).

Putu menjelaskan orientasi kepariwisataan usai pandemi COVID-19 tetap mengutamakan budaya Bali yang sesungguhnya. Hanya saja keharmonisan antara manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan dan alam tetap terjalin.

Dengan pariwisata yang berkualitas, ia meyakini hal tersebut akan mendatangkan minat wisatawan untuk berkunjung dan tentunya menghabiskan waktu lebih lama di Pulau Dewata.

“Ciri-ciri wisata berkualitas ke Bali adalah apabila wisatawan yang datang melakukan kunjungan ulang dengan spending dan length of stay yang lebih lama,” lanjut Putu Astawa.

Ilustrasi Ubud Bali Foto: Shutter stock

Untuk itu, Bali akan mengedepankan pariwisata yang berkualitas lewat sisi pelayanan, destinasi, aktivitas wisata, SDM, produk wisata dan lainnya.

Misalnya menggunakan aksara Bali di tiap-tiap destinasi wisata, penggunaan pakaian adat, dan membebaskan Bali dari kantong plastik.

Umat Hindu melakukan persembahyangan dalam upacara Peneduh Gumi yang dipusatkan di Pura Besakih, Karangasem, Bali, Rabu (22/4). Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Kemudian menggunakan energi terbarukan seperti pada penggunaan mobil dan sepeda motor bertenaga listrik, pertanian organik dan mendesain bus-bus spesifik Bali.

Melansir Kumparan, tak sampai di situ, pihaknya juga akan membangun pusat budaya Bali serta merevitalisasi objek-objek wisata berbasis budaya, seperti kawasan suci Pura Besakih hingga memperbaiki bangunan desa adat dan juga pengelolaan sampah yang lebih baik lagi.

“Kita siapkan nanti destinasinya adalah mengedepankan uniqueness-nya, authenticity-nya, servis juga tidak boleh diabaikan sehingga mereka betul-betul menciptakan quality experience,” pungkasnya.

Leave a Reply